Berkat Ibu Endah Arie Susanto lah Wakala Dinar Dirham di Medan, dengan nama Wakala Baitul Dinar, hadir dan beroperasi. Secara resmi wakala ini diluncurkan Sabtu, 8 Mei 2010, sore, lalu, di hadapan sejumlah anggota masyarakat, di ruang pertemuan Yayasan Perguruan Amal Bakti, Sumatra Utara. "Tempat ini memang bersejarah, sebab pertama kali pembicaraan penerapan Dirham Dinar di Medan beberapa tahun lalu dimulai di sini," ujar Pak Muqadim Ahmad Angkawijaya, salah satu pelopor dan penggeraknya.
Dengan telah dibukanya wakala ini, masyarakat Medan pun bisa dengan mudah mengamalkan jual beli dengan Dirham dan Dinar. Secara spontan, beberapa transaksi pun terjadi hari itu, ketika sejumlah peserta diskusi Ilusi Demokrasi dan Kembalinya Dirham dan Dinar, di auditorium PPIA, Medan, Sabtu paginya, membeli buku-buku yang dijual panitia, masing-masing seharga 1 nisfu Dirham (buku Kemilau Investasi Dinar) dan 4 daniq Dirham (buku Heidegger for Muslim).
Sumber: http://wakalanusantara.com/detilurl/Peluncuran.Wakala.Baitul.Dinar.Medan/325
Tidak ada komentar:
Posting Komentar